Minggu, 07 November 2010
Mars ESQ
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
08.36
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Info Baru
Jumat, 22 Oktober 2010
Ingin do'a dikabulkan?
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al Baqarah [2]:186)
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
02.36
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Ibroh
Kamis, 21 Oktober 2010
Ibu sebagai benteng pertahanan keluarga
“Masing-masing kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang isteri pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atas kepemimpinannya…”(HR Al-Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW telah menetapkan tanggung jawab terhadap kaum lelaki (suami) dan perempuan (isteri) dalam ruang lingkup sebagai pemimpin yang berbeza di dalam sebuah keluarga. Suami sebagai pemimpin bertugas mengendalikan arah rumah tangga serta menjamin keperluan hidup sehari-hari seperti makanan, minuman dan pakaian serta bertanggungjawab penuh atas berjalannya seluruh fungsi-fungsi keluarga. Suami pula yang bertugas sebagai benteng dalam kehidupan bermasyarakat.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
19.41
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Ibroh
Rabu, 20 Oktober 2010
Training ESQ 165
Asww. Ayah/bunda Sahabat Alumni ESQ semua khususnya Wil Kalselteng Pagi!! Sbg Info pada tgl 23-24 bln ini diadakan kembali training ESQ diBjm bertempat di Hotel Rodhita Banjarmasin. Utk info silahkan hub :0812-1078165/0511-61819999. Salam165. Subhan
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
21.08
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Info Baru
Kisah ayah dan anak
Air Mendidih Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan: mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru. Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
20.45
2
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Ibroh
Selasa, 19 Oktober 2010
Kisah teladan orang yang ikhlas
Ditengah kehidupan yang serba kompleks ini ternyata masih ada orang-orang yang mempunyai keikhlasan yang luar biasa. Hal itu ditunjukkan dalam bentuk memberikan kepeduliannya kepada orang lain disaat orang lain sangat membutuhkan sebuah pertolongan. Sebut saja Ibu Nyami yang dalam kesehariannya hanya bisa mengais rezeki dari pagi hingga sore hari sebagai seorang pemulung jalanan yang ditemani oleh anaknya yang masih kecil dan sebuah gerobak tua. Siapa sangka dan siapa duga ia telah memberikan yang contoh terbaik dalam hidupnya ketika ia dipertemukan sengan seorang Ibu Tua sebayanya yang meminta tolong padanya agar membeli bunga kamboja seharga 30.000 rupiah dari Ibu Tua itu demi untuk membayar keperluan uang sekolah anaknya.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
08.33
2
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Ibroh
Jumat, 08 Oktober 2010
Kasih Sayang Ibu Yang tak dihargai
Jalannya sudah ter-tatih2, karena usianya sudah lebih dari 70 th, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia
bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal dirumah jompo, karena kehadirannya tidak di-inginkan.
Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tsb.
Ayah dari anak tsb minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya.
Disamping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yg belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yg hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahakannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya. Selain aib yg harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yg mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, ia dapatkan hanya cemohan, karena telah melahirkan seorang bayi haram tanpa bapak.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
04.35
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Ibroh




