Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal
kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti
suci. Kelahiran seorang manusia, dalam kaca Islam, tidak dibebani dosa
apapun. Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan
secarik kertas putih. Kelak, orang tuanya lah yang akan mengarahkan
kertas putih itu membentuk dirinya. Dan dalam kenyataannya, perjalanan
hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa. Karena itu, perlu
upaya mengembalikan kembali pada kondisi sebagaimana asalnya. Itulah
makna Idul Fitri.
Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci. Kelahiran seorang manusia, dalam kaca Islam, tidak dibebani dosa apapun. Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan secarik kertas putih. Kelak, orang tuanya lah yang akan mengarahkan kertas putih itu membentuk dirinya.
Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci. Kelahiran seorang manusia, dalam kaca Islam, tidak dibebani dosa apapun. Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan secarik kertas putih. Kelak, orang tuanya lah yang akan mengarahkan kertas putih itu membentuk dirinya.




