Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejab. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi. Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri Anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dgn tangis serta membasahi pakaian nya dgn pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi.Padahal tangan istri Anda pula yang harus mencucinya.
Kamis, 17 Maret 2011
Apakah kita sudah menjadi suami yang baik buat istri kita?
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
05.40
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Ibroh,
Sang Idola
Rabu, 16 Maret 2011
Tersenyumlah
Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum.
Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia
Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.
Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya
Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia
Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.
Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
22.28
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Kisi2
Selasa, 15 Maret 2011
Untuk Istri
(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita )
Pernikahan ataupun perkawinan,
Membuka tabir rahasia,
Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad,
Tidaklah setakwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Ayub,
Atau pun segagah Musa,
apalagi setampan Yusuf
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
06.31
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Ibroh,
Sang Idola
Untuk Suami
( Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Laki-laki )
Pernikahan ataupun perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah.
Justeru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah...
Pernikahan ataupun perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah.
Justeru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah...
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
06.23
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kalau Saya Jatuh Cinta Lagi........
Dialog seorang lelaki ...
Hanya ada satu alasan inti, kenapa lelaki menikah lagi ...
Dan itu bukan karena menolong, bukan karena kasihan, atau alasan lain. Saya lelaki.
Hanya ada satu alasan inti, kenapa lelaki menikah lagi ...
Dan itu bukan karena menolong, bukan karena kasihan, atau alasan lain. Saya lelaki.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
06.20
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Senin, 14 Maret 2011
Episode Cinta di Akhir Hayat Nabi Muhammad
Episode Cinta di Akhir Hayat Nabi Muhammad
Ditulis oleh alhabib
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa setelah dekat wafat Nabi Muhammad SAW, Beliau memerintahkan Bilal untuk menyerukan shalat kepada manusia. Bilal lalu menyerukan Adzan dan berkumpullah para Sahabat Muhajirin dan Anshar ke Masjid Rasulullah SAW. Beliau mengerjakan shalat dua rakaat ringan bersama para sahabat. Kemudian naik mimbar, memuji dan menyebut keagungan Allah SWT.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
21.46
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Tangis terakhir Muhammad SAW
Tangis Terakhir Nabi Muhammad
Ditulis oleh alhabib
Tiba-tiba ada ucapan salam. “Boleh saya masuk?” lelaki itu bertanya. Namun Fatimah tidak mengizinkannya masuk ruangan. “Maaf, ayah saya sedang sakit, “kata Fatimah. Ia berbalik kembali dan menutup pintu.
Nabi Muhammad saw. membuka matanya dan bertanya, “Siapa dia, putriku?”
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
21.40
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook




