Subscribe:

Kamis, 17 Maret 2011

Apakah kita sudah menjadi suami yang baik buat istri kita?

Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejab. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi. Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri Anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dgn tangis serta membasahi pakaian nya dgn pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi.Padahal tangan istri Anda pula yang harus mencucinya.

Rabu, 16 Maret 2011

Tersenyumlah

Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum.
Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia

Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.
Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya

Selasa, 15 Maret 2011

Untuk Istri


(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita )

Pernikahan ataupun perkawinan,
Membuka tabir rahasia,
Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad,
Tidaklah setakwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Ayub,
Atau pun segagah Musa,
apalagi setampan Yusuf

Untuk Suami

( Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Laki-laki )
Pernikahan ataupun perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah.
Justeru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah...

Kalau Saya Jatuh Cinta Lagi........

Dialog seorang lelaki ...

Hanya ada satu alasan inti, kenapa lelaki menikah lagi ...

Dan itu bukan karena menolong, bukan karena kasihan, atau alasan lain. Saya lelaki.

Senin, 14 Maret 2011

Episode Cinta di Akhir Hayat Nabi Muhammad

Cinta untuk Nabi Muhammad - Kisah Sahabat RasulullahBerikut ini adalah sepenggal kisah dari episode kehidupan Nabi Muhammad saw yang dinukil dari kitab “Duratun Nashihin”. Kisah ini menggambarkan keadilan Rasulullah dan kecintaan para sahabatnya. Sebuah cinta yang berlandaskan iman dan berbalas surga.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa setelah dekat wafat Nabi Muhammad SAW, Beliau memerintahkan Bilal untuk menyerukan shalat kepada manusia. Bilal lalu menyerukan Adzan dan berkumpullah para Sahabat Muhajirin dan Anshar ke Masjid Rasulullah SAW. Beliau mengerjakan shalat dua rakaat ringan bersama para sahabat. Kemudian naik mimbar, memuji dan menyebut keagungan Allah SWT.

Tangis terakhir Muhammad SAW

The tears of the Prophet Muhammad
Tiba-tiba ada ucapan salam. “Boleh saya masuk?” lelaki itu bertanya. Namun Fatimah tidak mengizinkannya masuk ruangan. “Maaf, ayah saya sedang sakit, “kata Fatimah. Ia berbalik kembali dan menutup pintu.
Nabi Muhammad saw. membuka matanya dan bertanya, “Siapa dia, putriku?”