Rabu, 30 Oktober 2013
Fenomena Penyakit Telat
Sebuah persoalan klasik yang
kerap kali muncul di setiap perusahaan adalah karyawan yang terlambat
datang kerja. Kita sebut “klasik” karena Fenomena Penyakit Telat
ini dapat menimpa perusahaan baru maupun yang sudah berumur puluhan
tahun; bukan cuma karyawan biasa tapi para manajer bahkan direktur mudah
terjangkit penyakit ini; selain itu, bisa ditemukan baik di barat dan
di timur.

Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
22.51
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Selasa, 29 Oktober 2013
Balas Dendam Positif
Di
sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun
’40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan
bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya yang kering. Ia
begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan
bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.
Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuahhardikan: “Hei,
kamu tidak boleh minum air ini. Kamucuma pekerja rendahan. Air ini hanya
khusus untuk insinyur!” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur
Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
20.42
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Money Day
Money Day merupakan ubahan dari perkataan I Hate Monday.
Ketahuilah orang yang pura-pura itu diseriusi oleh Tuhan; buktinya
orang yang mengatakan uang tidak penting itu selalu orang yang tidak
punya uang. Setiap kebaikan itu membutuhkan biaya; memang tidak semua
biaya itu bentuknya uang, ada kesungguhan, ada pengorbanan, ada
kesabaran, ada ketabahan.

Maka mulai hari ini mari kita
cek, apa saja yang membuat kita pribadi yang sukses duniawi yang
membiayai keindahan akhirati. Karena ironis sekali jika kita menjadi
orang beriman yang miskin, lalu mengharapkan bantuan dari orang tidak
beriman.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
20.23
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kamis, 24 Oktober 2013
10 Cara Memunculkan Tantangan Kerja
Bagi Anda yang saat ini
sedang mengalami kejenuhan dalam bekerja, cobalah ingat kembali
masa-masa bahagia dalam pekerjaan Anda. Saat Anda bangun pagi dengan
melompat, penuh gairah selama bekerja, dan mematikan lampu kantor dengan
rasa enggan pulang. Dipastikan, seperti kebanyakan orang
pernah mengalaminya ketika pekerjaan Anda masih baru.

Dan
ternyata pekerjaan baru memberikan tantangan, sehingga menghindarkan
Anda dari rasa jenuh dan kegusaran terhadap halangan dalam pekerjaan.
Kita akan terus berkembang bila mampu mempertahankan gairah kerja yang
tinggi seperti saat pekerjaan itu baru mulai digeluti. Caranya dengan
memunculkan tantangan secara kontinu. Berikut adalah 10 Cara Memunculkan Tantangan Kerja yang bisa diaplikasikan ditempat kerja Anda:
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
21.21
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Keyakinan itu Tak Selalu Memerlukan Bukti
Rumi pernah berkisah mengenai Isa, putra Maryam, yang sedang berjalan-jalan di padang pasir dekat Baitul Mukadis dan bertemu dengan sekelompok orang.
Mereka meminta dengan sangat agar Isa mau memberitahukan mereka Doa Rahasia yang pernah digunakannya untuk menghidupkan orang mati. Isa berkata, “Bila itu kukatakan padamu, kalian pasti menyalahgunakannya.”
Mereka berkata, “Tak perlu khawatir. Kami takkan menggunakannya untuk kejahatan. Lagipula, hal itu akan menambah keyakinan kami padamu.”

“Kalian tak mengerti apa yang kalian minta,” jawab Isa.
Mereka meminta dengan sangat agar Isa mau memberitahukan mereka Doa Rahasia yang pernah digunakannya untuk menghidupkan orang mati. Isa berkata, “Bila itu kukatakan padamu, kalian pasti menyalahgunakannya.”
Mereka berkata, “Tak perlu khawatir. Kami takkan menggunakannya untuk kejahatan. Lagipula, hal itu akan menambah keyakinan kami padamu.”
“Kalian tak mengerti apa yang kalian minta,” jawab Isa.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
21.00
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Selasa, 22 Oktober 2013
Mengurangi waktu nonton TV
Sekarang ini menonton TV
sudah menjadi kegiatan yang paling digemari oleh banyak orang, besar –
kecil maupun tua – muda. Mulai pagi hingga pagi lagi tak henti-hentinya
TV menayangkan berbagai program yang menarik penontonnya, sehingga
sangat sulit dihindari. Ada banyak alasan mengapa kita menonton TV. Yang
paling umum, terutama selepas kerja, adalah mencari hiburan penghilang
kepenatan. Alasan lain adalah mendapatkan berita dan informasi menarik.

Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
19.27
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Senin, 21 Oktober 2013
( SUPER ) ARTIS TOP INGGRIS BELAJAR QUR'AN UNTUK BUKTIKAN KESALAHAN ISLAM, DIA MALAH JADI MUALAF
Myriam Francois Cerrah sudah sangat populer di Inggris ketika dirinya
masih anak-anak. Ia adalah pemain film ‘Sense and Sensibility‘yang
ngetop di era 09-an. Ketika ia memutuskan dirinya menjadi seorang
mualaf, popularitas dirinya semakin melonjak. Ia adalah seorang mualaf
wanita terpelajar kelas menengah di Inggris.Myriam merujuk pada peristiwa serangan 11 September 2001 di AS sebagai motif di balik keingintahuannya tentang Islam. Itulah yang membuat dirinya menyatakan diri masuk Islam.
Ia menyebut bahwa kehidupan Nabi Muhammad (SAW) sebagai seseorang yang membuatnya termotivasi untuk mengubah karirnya.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
21.05
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Penghina Islam Itu Akhirnya Naik Haji
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
19.20
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
The Power of "Kepepet"
Sering kali kata kepepet menjadi pemicu kekuatan dalam menentukan
pilihan alternatif, dan merupakan amunisi untuk menemukan solusi
terakhir bila seseorang mengalami kebuntuan dalam memecahkan suatu
persoalan. Bahkan terkadang kata tersebut cenderung menjadi pilihan
alasan untuk menghalalkan segala cara. Sebut saja beberapa kasus
kriminal seperti pencurian, pembunuhan, dan sejenisnya, motif terjadinya
kasus tersebut sering kali berdalil kepepet demi untuk mempertahankan
hidup.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
18.55
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Minggu, 20 Oktober 2013
Agar Hidup Bahagia dan Mudah Mendapat Jodoh
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
21.48
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Indahnya Perjalanan
Semoga awal pekan ini Anda dalam keadaan sehat, sehingga bisa mengawali berbagai aktifitas kerja sesuai target yang diharapkan.
Ilustrasi berikut semoga
jadi pelajaran buat kita semua “Akhir pekan kemarin,” demikian kata
salah seorang rekan. “Kami berlibur ke luar kota dan bermalam di tempat
yang sudah lama kami angankan. Ditempat itu udaranya sejuk.
Pemandangannya luar biasa cantik. Apa yang kami lihat jauh lebih indah
daripada yang kami bayangkan sebelumnya. Liburan yang benar-benar
menyenangkan. Suatu saat cobalah kau berkunjung ke sana.”
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
21.11
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
motivasi
Jumat, 18 Oktober 2013
Deklarasi HAM di Arafah
Dari sisi historisnya, umumnya para pakar sejarah Eropa berpendapat bahwa cikal bakal (embrio) lahirnya HAM di mulai pada awal-awal abad ke-12 masehi di Inggris, kemudian berkembang sampai ke negara-negara Eropa lainnya dan kemudian diikuti pula oleh negara-negara di benua Amerika. Adapun pendeklarasian HAM secara resmi baru dilakukan oleh PBB setelah berakhirnya Perang Dunia II, pada Desember 1948. Rumusan HAM yang dicetuskan PBB ini kemudian dikenal dengan The Universal Declaration of Human Rights, deklarasi universal hak-hak asasi manusia ini diumumkam sebagai suatu ‘standar pencapaian yang berlaku umum untuk semua rakyat dan semua negara’.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
21.05
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Cukup Dua Potong Kulit
Ada sebuah kisah menarik,
seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan
rakyatnya. Sang Raja memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa
meter berjalan di luar istana kakinya terluka karena tergores batu
kecil. Sang Raja berpikir, “Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek
sekali. Aku harus memperbaikinya.”
Sang Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi terbaik. Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan yang diperlkan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.

Sang Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi terbaik. Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan yang diperlkan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
20.48
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Rabu, 16 Oktober 2013
Emosi wanita.
Semua laki-laki yang sudah menikah akan tahu rasanya, tetapi kita tidak
akan menjadi hebat tanpa dukungan wanita. Tanpa wanita mungkin saja
hidup ini akan damai, tetapi tanpa wanita tidak akan ada kehidupan.

Jadi tidak ada tawar menawar lagi kecuali kita memuliakan wanita, yang hitungannya 3x lebih besar dari laki-laki (ayah kita).
Emosi wanita juga kalo kita
kenali, tidak akan banyak lagi laki-laki yang lama sendiri; karena jika
Anda tahu jalan-jalan wanita, Anda akan menajdi laki-laki yang sangat
diinginkan. Sangat banyak contoh dimedia tentang wanita-wanita hebat
yang ditipu oleh laki-laki biasa, apalagi oleh kita laki-laki hebat yang
tahu caranya.
Jangan jatuh cinta kepada topeng.
Wanita yang menarik, tidak perlu cantik.
Wanita yang cantik, belum tentu menarik.
Wanita yang menarik, tidak perlu cantik.
Wanita yang cantik, belum tentu menarik.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
20.47
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Sang Idola,
semangat
Bangun Lebih Pagi Itu Ajib
Sahabat SalamSuper.Com,
Sebagian besar dari kita ketika bangun tidur terkejut karena waktu
sudah telat. Lalu terburu-buru mereka mandi dan bersiap berangkat kerja.
Kegiatan pagi hari menjadi saat yang menyibukkan dan penuh ketergesaan.
Padahal siang hingga petang nanti mereka akan mengalami hal yang sama
di tempat kerja. Begitu terus sepanjang pekan. Hari Minggu menjadi hari
yang dinanti-nanti. Oh, betapa melelahkan hidup ini.
Jika keseharian Anda terbiasa bangun kesiangan cobalah bangunlah
lebih pagi. Awali latihan ini dengan bangun setengah jam lebih pagi,
kemudian satu jam hingga akhirnya anda bangun lebih pagi dari matahari.
Untuk pertama kalinya, tubuh akan menolak. Kantuk masih melekat di
pelupuk mata. Dan Anda ogah-ogahan bangkit dari tempat tidur. Tapi,
percayalah bangun pagi tidak akan merugikan kesehatan Anda. Justru anda
akan mengalami pengalaman yang luar biasa dalam mengawali hidup hari
ini.Percayalah keheningan pagi akan membawa pengalaman jiwa yang menentramkan. Perhatikan, betapa Anda akan berkata dengan berbisik-bisik perlahan karena khawatir mengganggu kesunyian pagi.
Ketika matahari mulai terbit. Anda bisa melanjutkan aktivitas Anda di luar rumah. Perhatikan sekeliling rumah Anda. Hirup udara pagi dalam-dalam. Anda bisa berjalan atau berlari-lari kecil mengelilingi areal lingkungan kediaman
Anda. Mungkin anda akan bertemu dengan orang-orang yang jarang anda temui, sampaikan senyum dan salam pada mereka.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
20.32
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Ibroh
Minggu, 13 Januari 2013
Pekerjaan Wanita yang Paling Mulia
Tidak
ada pria atau wanita yang super mulia dan super cemerlang dalam sejarah
kemanusiaan, yang tidak dilahirkan oleh seorang ibu.
Kebahagiaan
dan keberhasilan anak-anaknya adalah keberhasilannya, sama dengan
kesedihan anak-anaknya sampai kapanpun menjadi kesedihannya.
Jangan
pernah gengsi kepada kaum hawa yang berprofesi sebagai Ibu rumah
tangga, karena itu adalah tugas mulia dalam kehidupan berkeluarga.
Saya teringat dengan Curahan hati Ainun Habibie :
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
05.30
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
cerita,
Episode Cinta di Akhir Hayat Nabi Muhammad,
Ibroh,
inspirasi,
kisah,
motivasi,
Sang Idola,
semangat
Sabtu, 08 Desember 2012
Kalkulasi Cinta
“Capek dech…. Pembantu mudik lebaran, liburan malah main golf lah, yang
pergi ketemu teman lah, nongkrong ke toko buku (kegiatan yang nggak
sempet dilakukan waktu hari kerja). Nggak tau orang sedang sibuk apa ya.
Ada anak-anak yang harus di urus, makannya, mandinya, cuci bajunya,
bersih-bersih rumah! Enak bener jadi laki-laki!” Omel si istri
uring-uringan terhadap si suami yang tidak ada di rumah.
Puncak kemarahan, saat malam hari si suami melempar baju bekas pakai dengan sembarangan, dan akhirnya pertengkaran sengit pun tidak bisa dihindarkan lagi. “Aku bukan pembantu tau! Dari dulu semua masalah di rumah ini harus aku yang ngurusin! Hari kerja, kamu enak-enakan di luar sana, bisa bercanda dengan teman-teman kantor! Bisa makan siang di restoran! Sekarang ngak ada pembantu, bukannya bantuin ngurus anak dan rumah, malah pergi nyenengin diri sendiri! Aku bener2 nggak tahan lagi!” teriakan di tengah malam pun berubah menjadi tangisan yang memilukan.
Puncak kemarahan, saat malam hari si suami melempar baju bekas pakai dengan sembarangan, dan akhirnya pertengkaran sengit pun tidak bisa dihindarkan lagi. “Aku bukan pembantu tau! Dari dulu semua masalah di rumah ini harus aku yang ngurusin! Hari kerja, kamu enak-enakan di luar sana, bisa bercanda dengan teman-teman kantor! Bisa makan siang di restoran! Sekarang ngak ada pembantu, bukannya bantuin ngurus anak dan rumah, malah pergi nyenengin diri sendiri! Aku bener2 nggak tahan lagi!” teriakan di tengah malam pun berubah menjadi tangisan yang memilukan.
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
02.26
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Saat Sedang Lelah, Kecewa, Sedih, dan Terpuruk, Apa yang Bisa Membuat Anda Merasa Lebih Baik?
Buat saya, perubahan mood mendadak dari kondisi senang menjadi sedih,
adalah hal yang biasa. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita
hadapi di hari yang baru. Jadi, hari yang terasa indah di awal, kadang
bisa berakhir dengan kekecewaan. Siapa pun pasti pernah mengalaminya,
termasuk Anda.
Namun, saya merasa sangat beruntung sebagai orang yang telah menikah, dan dikaruniai seorang putri kecil yang cantik. Setiap saya pulang bekerja, mereka selalu menyambut saya dengan senyuman dan pelukan hangat. Rasanya, semua beban pekerjaan yang masih menyangkut di pikiran, sirna begitu saja.
Bagi saya, pelukan dan sentuhan dari pasangan, atau pun sang buah hati, berati lebih dari sekadar sentuhan biasa. Begitu sarat kasih sayang dan cinta yang tulus. Maka itu, saya tidak akan pernah meremehkan hal ini. Sebisa mungkin, sebuah pelukan singkat saya berikan kepada anggota keluarga, karena saya sendiri sudah membuktikan efek positifnya bagi jiwa saya.
Seorang terapis keluarga dari luar negeri, Virginia Satir, mengatakan bahwa untuk bertahan hidup kita membutuhkan empat pelukan dalam sehari. Untuk kesehatan, diperlukan delapan pelukan per hari. Dan untuk pertumbuhan, awet muda, dan kebahagian kita membutuhkan 12 pelukan seharinya. Menakjubkan, ya?
Namun, saya merasa sangat beruntung sebagai orang yang telah menikah, dan dikaruniai seorang putri kecil yang cantik. Setiap saya pulang bekerja, mereka selalu menyambut saya dengan senyuman dan pelukan hangat. Rasanya, semua beban pekerjaan yang masih menyangkut di pikiran, sirna begitu saja.
Bagi saya, pelukan dan sentuhan dari pasangan, atau pun sang buah hati, berati lebih dari sekadar sentuhan biasa. Begitu sarat kasih sayang dan cinta yang tulus. Maka itu, saya tidak akan pernah meremehkan hal ini. Sebisa mungkin, sebuah pelukan singkat saya berikan kepada anggota keluarga, karena saya sendiri sudah membuktikan efek positifnya bagi jiwa saya.
Seorang terapis keluarga dari luar negeri, Virginia Satir, mengatakan bahwa untuk bertahan hidup kita membutuhkan empat pelukan dalam sehari. Untuk kesehatan, diperlukan delapan pelukan per hari. Dan untuk pertumbuhan, awet muda, dan kebahagian kita membutuhkan 12 pelukan seharinya. Menakjubkan, ya?
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
02.01
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Pertengkaran itu selalu ada
Kehidupan perkawinan yang adem ayem selamanya bisa jadi
hanya mimpi belaka. Karena, seharmonis apa pun hubungan suami-istri,
pasti ada kerikil-kerikil kecil yang menghalangi. Tapi, itulah bumbu
kehidupan yang harus dinikmati!
"Apa yang salah dengan kehidupan perkawinanku?" Mungkin, pertanyaan itu kerap terlintas di benak Anda sesaat setelah terjadi pertengkaran dengan pasangan. Apalagi jika selisih paham yang terjadi cukup besar sehingga membuat Anda harus "perang dingin" dengannya selama beberapa hari. Rasanya, semua beban dunia ada pundak Anda, memang berlebihan...tapi memang begitulah rasanya.
Saya rasa, tidak ada perkawinan yang bahagia sepanjang masa, dari menikah sampai maut memisahkan. Walaupun, saya tidak memungkiri, kalau kita semua berharap seperti itu saat mengucapkan janji setia sehidup semati. Namun, kita tetap harus bersiap, karena batu sandungan pasti ada dalam sebuah rumahtangga.
Apa sih yang biasanya menjadi topik pertengkaran antara pasangan? Cinta, anak, atau uang? Semuanya! Dalam setiap rumahtangga, subjek apa pun bisa menyulut perselisihan. Jujur saja, dalam kehidupan saya, yang menjadi satu-satunya sumber permasalahan adalah uang. Setiap kali pembicaraan santai di pagi, sore, atau malam hari menyinggung sedikit saja tentang uang, otot saya dan pasangan mulai menegang. Jadinya, kami berdua sering mengindahkan hal itu demi keharmonisan hubungan.
Apa pun yang menjadi topik sensitif yang "tabu" diobrolkan bersama pasangan, dengan alasan menghindari suasana yang tidak kondusif, kita tidak akan bisa menyingkirkannya selamanya. Mood yang tidak bagus, tekanan dalam pekerjaan, atau masalah lainnya, bisa menjadi pemicu pertengkaran. Salah omong sedikit saja mampu menyinggung harga diri kita.
Cara terbaik menyikapi setiap pertengkaran adalah dengan menghadapinya. Jangan menghindar! Menghindar bukanlah solusi, melainkan sebuah penundaan. Jangan takut untuk bertengkar, karena itu hal yang wajar. Justru, perkawinan akan terasa hambar tanpa adanya beda pendapat, salah paham, dan perbedaan prinsip yang menjadi bumbu keharmonisan.
Justru jadikanlah momen itu untuk ajang saling mengenal lebih dalam lagi. Jangan bersedih, karena setiap kali sebuah pertengkaran berakhir dengan damai, kita menaiki satu level baru dalam sebuah kehidupan rumahtangga. Tapi juga jangan menutup diri dari kenyataan. Karena pertengkaran yang terus-menerus terjadi, lebih lagi tanpa adanya sebab yang jelas, bisa menjadi tanda bahwa hubungan sedang tidak sehat. Lakukan cara apa pun untuk memperbaikinya. Tapi, jika menemui jalan buntu, ingatlah bahwa kita pantas dan berhak mendapatkan hidup yang berkualitas sebagai seorang individu.
Bukalah mata lebar-lebar! Di satu sisi kita harus tetap berpikir positif, di sisi lain kita juga jangan mengharapkan sesuatu bagaikan punuk merindukan bulan, mengangankan kehidupan rumahtangga yang happily ever after, layaknya dongeng Cinderella, Sleeping Beauty, atau Snow White. Pertengkaran itu akan selalu ada dan dialami setiap pasangan suami-istri, namun dengan selalu berpikir positif, pertengkaran itu bisa dijadikan motivasi untuk mewujudkan kehidupan perkawinan yang lebih baik lagi
"Apa yang salah dengan kehidupan perkawinanku?" Mungkin, pertanyaan itu kerap terlintas di benak Anda sesaat setelah terjadi pertengkaran dengan pasangan. Apalagi jika selisih paham yang terjadi cukup besar sehingga membuat Anda harus "perang dingin" dengannya selama beberapa hari. Rasanya, semua beban dunia ada pundak Anda, memang berlebihan...tapi memang begitulah rasanya.
Saya rasa, tidak ada perkawinan yang bahagia sepanjang masa, dari menikah sampai maut memisahkan. Walaupun, saya tidak memungkiri, kalau kita semua berharap seperti itu saat mengucapkan janji setia sehidup semati. Namun, kita tetap harus bersiap, karena batu sandungan pasti ada dalam sebuah rumahtangga.
Apa sih yang biasanya menjadi topik pertengkaran antara pasangan? Cinta, anak, atau uang? Semuanya! Dalam setiap rumahtangga, subjek apa pun bisa menyulut perselisihan. Jujur saja, dalam kehidupan saya, yang menjadi satu-satunya sumber permasalahan adalah uang. Setiap kali pembicaraan santai di pagi, sore, atau malam hari menyinggung sedikit saja tentang uang, otot saya dan pasangan mulai menegang. Jadinya, kami berdua sering mengindahkan hal itu demi keharmonisan hubungan.
Apa pun yang menjadi topik sensitif yang "tabu" diobrolkan bersama pasangan, dengan alasan menghindari suasana yang tidak kondusif, kita tidak akan bisa menyingkirkannya selamanya. Mood yang tidak bagus, tekanan dalam pekerjaan, atau masalah lainnya, bisa menjadi pemicu pertengkaran. Salah omong sedikit saja mampu menyinggung harga diri kita.
Cara terbaik menyikapi setiap pertengkaran adalah dengan menghadapinya. Jangan menghindar! Menghindar bukanlah solusi, melainkan sebuah penundaan. Jangan takut untuk bertengkar, karena itu hal yang wajar. Justru, perkawinan akan terasa hambar tanpa adanya beda pendapat, salah paham, dan perbedaan prinsip yang menjadi bumbu keharmonisan.
Justru jadikanlah momen itu untuk ajang saling mengenal lebih dalam lagi. Jangan bersedih, karena setiap kali sebuah pertengkaran berakhir dengan damai, kita menaiki satu level baru dalam sebuah kehidupan rumahtangga. Tapi juga jangan menutup diri dari kenyataan. Karena pertengkaran yang terus-menerus terjadi, lebih lagi tanpa adanya sebab yang jelas, bisa menjadi tanda bahwa hubungan sedang tidak sehat. Lakukan cara apa pun untuk memperbaikinya. Tapi, jika menemui jalan buntu, ingatlah bahwa kita pantas dan berhak mendapatkan hidup yang berkualitas sebagai seorang individu.
Bukalah mata lebar-lebar! Di satu sisi kita harus tetap berpikir positif, di sisi lain kita juga jangan mengharapkan sesuatu bagaikan punuk merindukan bulan, mengangankan kehidupan rumahtangga yang happily ever after, layaknya dongeng Cinderella, Sleeping Beauty, atau Snow White. Pertengkaran itu akan selalu ada dan dialami setiap pasangan suami-istri, namun dengan selalu berpikir positif, pertengkaran itu bisa dijadikan motivasi untuk mewujudkan kehidupan perkawinan yang lebih baik lagi
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
01.46
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Biskuit Gosong
Kisah nyata ini di-posting seorang tanpa nama di sebuah
situs website. Rasanya, patut disimak bagi para orangtua atau anak agar
mau menerima segala perbedaan / kekurangan dalam sebuah keluarga.
Beginilah kisahnya:
Sewaktu aku kecil, ibuku kadang suka membuatkan kue-kue camilan untuk makan malam. Suatu malam sepulang dari kantor, ibu membuatkan biskuit. Ternyata biskuit-biskuit buatannya gosong. Meski begitu, ibu tetap menyajikan biskuit-biskuit gosong itu di depan ayahku. Aku sudah tak sabar menunggu reaksi ayahku! Tapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil biskuit itu, tersenyum pada ibuku, dan bertanya padaku perihal sekolahku. Ayah mengoleskan mentega ke biskuit itu dan memakannya!
Ketika aku meninggalkan meja makan malam itu, ibuku meminta maaf pada ayah karena biskuitnya gosong. Dan reaksi ayahku adalah, "Sayangku, aku suka sekali biskuit gosong."
Sewaktu ayah mengantarkan aku tidur, aku bertanya apakah ia benar-benar menyukai biskuit gosong itu. Ayah memelukku dan berkata, "Ibumu sudah bekerja keras hari ini dan ia pastinya sangat lelah. Lagipula, sebuah biskuit gosong takkan membuat orang menderita."
Netter yang Bijaksana,
Sungguh luar biasa sikap si ayah dalam kisah nyata ini. Sahabat, memang tiada yang sempurna dalam kehidupan ini. Begitu pula, tiada manusia yang sempurna. Terkadang kita melupakan hari ulangtahun orang-orang terdekat kita atau hal terpenting lainnya yang terkait orang terkasih kita. Tapi, sering kali hal-hal sepele ini berubah menjadi masalah besar dalam keluarga kita. Akhirnya, orangtua bertengkar pada anak-anaknya, dan begitu sebaliknya.
Kisah ini mencoba mengingatkan kita untuk belajar menerima setiap kekurangan atau kesalahan orang lain, khususnya anggota keluarga kita. Mari kita belajar untuk menghargai perbedaan tiap-tiap anggota keluarga kita. Karena itulah salah satu kunci terpenting untuk menciptakan hubungan keluarga yang sehat dan harmonis. Jangan biarkan "biskuit yang gosong" meretakkan keharmonisan dalam keluarga kita.
Jika kisah ini menginspirasi Anda, cobalah untuk membagikannya pada orang lain. Kemungkinan kisah ini membawa berkah bagi siapa pun yang Anda akan kirim
Sewaktu aku kecil, ibuku kadang suka membuatkan kue-kue camilan untuk makan malam. Suatu malam sepulang dari kantor, ibu membuatkan biskuit. Ternyata biskuit-biskuit buatannya gosong. Meski begitu, ibu tetap menyajikan biskuit-biskuit gosong itu di depan ayahku. Aku sudah tak sabar menunggu reaksi ayahku! Tapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil biskuit itu, tersenyum pada ibuku, dan bertanya padaku perihal sekolahku. Ayah mengoleskan mentega ke biskuit itu dan memakannya!
Ketika aku meninggalkan meja makan malam itu, ibuku meminta maaf pada ayah karena biskuitnya gosong. Dan reaksi ayahku adalah, "Sayangku, aku suka sekali biskuit gosong."
Sewaktu ayah mengantarkan aku tidur, aku bertanya apakah ia benar-benar menyukai biskuit gosong itu. Ayah memelukku dan berkata, "Ibumu sudah bekerja keras hari ini dan ia pastinya sangat lelah. Lagipula, sebuah biskuit gosong takkan membuat orang menderita."
Netter yang Bijaksana,
Sungguh luar biasa sikap si ayah dalam kisah nyata ini. Sahabat, memang tiada yang sempurna dalam kehidupan ini. Begitu pula, tiada manusia yang sempurna. Terkadang kita melupakan hari ulangtahun orang-orang terdekat kita atau hal terpenting lainnya yang terkait orang terkasih kita. Tapi, sering kali hal-hal sepele ini berubah menjadi masalah besar dalam keluarga kita. Akhirnya, orangtua bertengkar pada anak-anaknya, dan begitu sebaliknya.
Kisah ini mencoba mengingatkan kita untuk belajar menerima setiap kekurangan atau kesalahan orang lain, khususnya anggota keluarga kita. Mari kita belajar untuk menghargai perbedaan tiap-tiap anggota keluarga kita. Karena itulah salah satu kunci terpenting untuk menciptakan hubungan keluarga yang sehat dan harmonis. Jangan biarkan "biskuit yang gosong" meretakkan keharmonisan dalam keluarga kita.
Jika kisah ini menginspirasi Anda, cobalah untuk membagikannya pada orang lain. Kemungkinan kisah ini membawa berkah bagi siapa pun yang Anda akan kirim
Diposting oleh
Ridh1_muslim
di
01.36
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook




